Tampilkan postingan dengan label hadis nabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hadis nabi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 April 2014

Tanda orang yang akan meninggal dunia

Tanda orang yang akan meninggal dunia, Share BBM
Saya tidak minta dilahirkan namun saat ajal menjelang banyak manusia yang takut menghadapinya. Allah SWT telah memberikan tanda kalau orang yang akan meninggal dunia sejak 100, 40, 7, 5, 3, 2 hingga 1 hari menjelang ajal menjemput.


Tanda 100 hari menjelang ajal sebelum orang yang akan meninggal dunia, setelah waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.

Saat 40 hari menjelang kematian seseorang, Selepas waktu Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.

7 hari menjelang ajal menjemput seseorang yang akan meninggal dunia dimana beliau akan diuji dengan sakit namun diberi nafsu makan yang banyak sehingga meminta makanan ini dan itu.

5 hari sebelum dijemput kematian diberi  tanda bagi orang yang akan meninggal dunia Anak lidah bergerak-gerak 

3 hari menjelang ajal manusia dengan tanda orang yang akan meninggal dunia merasakan denyutan ditengah dahi. Jika tanda orang yang akan meninggal dunia ini dirasa, maka berpuasalah agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.

2 hari menjelang tanda orang yang akan meninggal dunia adalah hampir seluruh dahi rasa bergerak-gerak.

Terakhir 1 hari sebelum kematian memberikan tanda kepada orang yang akan meninggal dunia disaat waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar esok harinya. Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang bagian pusat hingga ke tulang solbi (di bagian belakang badan). 

Berikut saat-saat Malaikat Mencabut Nyawa manusia:

Baginda Rasullullah S.A.W bersabda :
"Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu."

Sambung Rasullullah S.A.W. lagi:
"Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibril A.S. akan menebarkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di surga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilinginya. Ini adalahkarena sangat rindunya pada surga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibril A.S."

Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibril A.S. akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah karena terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.

Demikianlah tanda orang yang akan meninggal dunia, pada akhirnya kita semua hanya menunggu giliran saja dan InsyaAllah kita semua diberi kemudahan untuk melaluinya dan menjadi insan yang khusnul khotimah. Aamiin

sumber : http://kisahislamiah.blogspot.com/2012/12/tanda-tanda-orang-yang-akan-meninggal.html

Rabu, 18 Desember 2013

Bukti Malaikat Menyumpal Mulut Fir'aun Sesaat Sebelum Ditenggelamkan

Bukti Malaikat Menyumpal Mulut Fir'aun Sesaat Sebelum Ditenggelamkan, Share BBM
Dari Sa’id bin Jubeir dari Ibnu ‘Abbas radhiya’l-lahu ‘anhuma meriwayatkan: “dua orang Sahabat menghadap Rasulullah (menanyakan tentang Fir’aun). Sabda Nabi s.a.w: “Malaikat Jibril menyumpali mulut Fir’aun dengan pasir, khawatir kalau-kalau akan mengucapkan: la ‘ilaha illa’l-lah”[1]

Hadits di atas umumnya dapat kita temui pada bahasan ayat tenggelamnya Fir’aun, surah Yunus ayat 90, di mana Allah berfirman: “Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (Qs. 10:90) .

Pada detik-detik naza‘nya, malaikat Jibril melihat gelagat Fir’aun akan mempergunakan kesempatan dalam kesempitan. Allah Ta’ala memerintahkan malaikat Jibril untuk mengeksekusi nyawa Fir’aun dengan cara menyumpal mulutnya dengan pasir, supaya tidak sampai mengucapkan keimanan dan pertaubatannya. Akhirnya Fir’aun mati dengan mulut menyon dan jauh dari rahmat Allah s.w.t.(Tafsir Al-Kasyaf, 21 202). Karena iman dan taubat pada saat ini, tiada guna sama sekali.

Bukti Malaikat Menyumpal Mulut Fir'aun Sesaat Sebelum Ditenggelamkan, Share BBM
Bukti Malaikat Menyumpal Mulut Fir'aun Sesaat Sebelum Ditenggelamkan, Gambar by Google

Mengutip Tafsir Syeikh Sa’di, ada dua keadaan di mana iman tidak berguna pada saat itu yakni beriman di ujung sakarat dan beriman menjelang hari Qiamat, sesuai firman Allah dalam surah Al-Mu’min:85.

Fir’aun wafat di Laut Merah atau laut Qalzum atau sebelumnya populer dengan nama FAM AL-HAIRUTS, dekat terusan Suez, pada tanggal 10 Muharram dan karena itulah ada syari’at shaum ‘Asyura, setelah sebelumnya menyatakan taubat dan yakin akan Tuhan Allah s.w.t. Dan inilah taubat yang tertolak (Qs. 10:90)

Fir’aun kafir sejak orok

Di antara perkara yang aneh dalam din Fir’aun adalah fithrah kejadiannya. Umum-nya bayi diciptakan oleh Allah dalam keadaan fithrah, tapi tampaknya hadits ini dikecualikan terhadap bayi Fir’aun. Karena sejak orok sudah kafir di dalam perut ibunya.

Bunyi hadits “wa khalaqa fir’aun fi bathni ummihi kafiran,” dan Fir’aun dijadikan (oleh Allah) dalam perut ibunya dalam keadaan kafir. (HR. Ibnu ‘Adi dalam Al-Kamil dan Imam Thabarani dalam Al-Ausath). saat menyampaikan hadits ini Rasulullah s.aw sedang berkhutbah di hadapan para sahabat pada sore hari.

Ahli sejarah terpecah dua; ada yang bilang Fir’aun itu nama orang (ismul ‘ajam), yang lain dan terbanyak mengatakan Fir’aun itu gelar bagi raja yang lupa daratan. Tapi yang jelas, nama ini pertama kali dipakai oleh Walid bin Mush’ab bin Rayyan, keturunan Lois bin Sam bin Nuh.

Fir’aun Di Zaman Nabi Musa naik tahta pada 1311 SM adalah firaun yang Allah binasakan bersama 700.000 pasukannya di Laut Merah, mayatnya Allah selamatkan, pada waktu syuruq (matahari terbit), menurut Tafsir Muqatil (Qs. 10:90).

Mayatnya diawetkan dengan pembalseman dalam bentuk mumi yang kini disimpan di museum Mesir di Kairo dengan berbagai macam hikmah sejarah. Mumi ini ditemukan pertama kali oleh purba-kalawan Perancis, Loret, di Wadi al-Muluk (lembah raja-raja) Thaba Luxor Mesir pada tahun 1896 M. Pembalutnya dibuka oleh Eliot Smith, seorang purbakalawan Inggris pada tanggal 8 Juli 1907.

Sebuah gelar yang mengarah pada kultus. Pada saat inilah gelar bisa makan tuan. Gelar menyeret pemiliknya pada kesombongan, sehingga bisa lupa daratan. Fitnah ghuluw (kultus, fanatik) muncul dari pemujaan gelar yang kelewat batas.

Perhatikanlah pesan indah dari Imam as-Syafi’i rahimahullah berikut ini: Berkata Imam as-Syafi’i: “aku benci orang yang kelewat mengagungkan makhluk, hingga menjadikan kuburannya (di/sebagai) masjid. Aku kuatir terjadi fitnah atasnya dan fitnah atas orang sesudahnya.”

[1]Shahih, HR. Turmudzi [3107]; Ahmad [2145], at-Thabari [11/163]; Ibnu Hibban [6215]; Nasa’i [6/363]. Dishahihkan oleh Syeikh Albani dalam as-Shahihah [2015] dan Shahih Sunan Turmudzi [2484]. Dishahihkan juga oleh Syeikh Syu’aib Arnouth, Tahqiq Shahih Ibnu Hibban [14/98]

Sumber : http://muslimina.blogspot.com/2013/11/bukti-malaikat-menyumpal-mulut-firaun.html


Senin, 09 Desember 2013

Video - Pesan Rasulullah saat ajal menjelang

Video - Pesan Rasulullah saat ajal menjelang, Share BBM

Salawat dan salam buat junjungan besar kita nabi Muhammad S.A.W.



Suatu pagi di hari-hari terakhir Baginda nabi besar Muhammad S.A.W.

"Kuwariskan 2 perkara kepada kalian, yaitu Alqur'an dan sunnahku. Barang siapa yang mencintai sunnahku, Maka mereka mencintaiku. Dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk syurga bersama-samaku" - Rasulullah S.A.W.
Rasulullah memandang tenang mata sahabat-sahabatnya. Kelihatan Abu Bakar r.a membalas pandangan itu dengan mata berkaca. Umar r.a menahan nafas dan tangisnya begitu kuat. Uthman r.a menghela nafas sepanjang-panjangnya.  Ali r.a menundukkan kepalanya sedalam-dalam yang boleh.

Itulah isyaratnya. Saat perpisahan sudah tiba.

"Rasulullah akan meningalkan kita" - keluh para sahabat
Manusia tercinta itu sudah hampir selesai tugasnya didunia. 

Tengah hari it, dirumah Baginda Rasulullah S.A.W., terdengar suara memberikan salam dan meminta izin untuk masuk menziarahi Baginda Rasulullah S.A.W. Namun permintaan itu ditolah oleh fatimah r.a. "Maafkan ayahku sedang demam" ujarnya

Rasulullah S.A.W. mendengar jawaban fatimah r.a. itu 

Siapakah yang datang itu wahai anak ku ? - Rasulullah S.A.W
Tidak tahulah ayahku. Tidak pernah kulihat orangnya sebelum ini. - Fatimah r.a

Maka menjawablah Rasulullah S.A.W.

Ketahuilah, dia itulah yang memisahkan pertemuan didunia. Dialah malaikat maut - Rasulullah S.A.W.

Fatimah r.a. tak mampu menahan ledakan tangisnya, karena mengetahui ajal ayahnya sudah semakin dekat.

Malaikat Izrail dan Malaikat Jibril datang menghapiri Rasulullah S.A.W.

Wahai Jibril, jelaskan apa hakku dihadapan Allah nanti ? - Rasulullah S.A.W
Pintu-pintu langit telah terbuka ya Rasulullah, para malaikat menanti rohmu. Semua pintu syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu - Jibril a.s.

Ternyata kata-kata Jibril itu tidak membuat Baginda S.A.W senang, matanya masih penuh dengan kecemasan. 

Engkau tidak senang mendengar khabar ini ya Rasulullah ? - Jibril a.s
Khabarkan padaku bagaimana nasib umatku kelak ? - Rasulullah S.A.W
Jangan khawatir ya Rasulullah, Aku pernah mendengar Allah berfirman, Kuharamkan syurga bagi siapa saja sebelum umat Muhammad berada didalamnya ? - Jibril a.s


Detik-detiknya semakin tiba. Tibalah saat malaikat Izrail menjalankan tugasnya. Perlahan-lahan roh Rasulullah SAW ditarik. Seluruh badan Rasulullah bersimbah peluh. Urat-urat leher Baginda menegang. Perlahan-lahan Baginda mengaduh.

Jibril, betapa sakitnya sakratul maut ini - Rasulullah SAW

Fatimah r.a. memejamkan matanya. Ali r.a disampingnya menundukan lagi kepalanya. Jibril a.s memalingkan mukanya. 

Jijikah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu  Jibril ? - Rasululah SAW


Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal - Jibril a.s


Sebentar kemudian terdengar suara Rasulullah SAW memekik karena rasa sakit yang tidak dapat ditahan lagi

Ya Allah Dahsyadnya nian maut ini ... Timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku ... Jangan pada umatku - Rasulullah SAW

Badan Rasulullah SAW mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi, bibirnya bergetar seakan membisikkan sesuatu, maka bergegaslah Ali r.a mendekati bibir Baginda

Peliharalah Sholat dan peliharalah orang-orang lemah dikalanganmu - Rasulullah SAW

Di luar rumah terdengar tangisan dari para sahabat. Fatimah r.a. menutup mukanya dengan tangannya dan Ali r.a. mendekatkan lagi telinganya ke bibir baginda

Umatku ... Umatku ... Umatku ... - Rasulullah SAW

Dan berakhirlah kehidupan insan mulia yang bergelar Baginda Rasulullah SAW.

Kini mampukan kita mencintai Rasulullah SAW sebagaimana Baginda Rasulullah SAW menyintai kita umatnya yang tidak pernah beliau temui. Lupakah kita akan perjuangan dan pengorbanan Baginda Rasulullah SAW dalam memperjuangkan dan menjamin kesejahteraan umat manusia setelah zaman Baginda Rasululah SAW ?

Sadarlah bahwasanya segala yang selain dari pada Allah dan Rasul hanyalah fana belaka, semoga kita sama-sama mendapat keberkatanNya beserta syafaat Rasulullah SAW di akhirat kelak dengan mengingat selalu pesan Rasulullah saat ajal menjelang

Sumber : http://video.ak.fbcdn.net/hvideo-ak-ash2/v/1248095_1439906099570665_169434825_n.mp4?oh=2b86d9b64d2aac0e2d5f70001977df01&oe=52A75C07&__gda__=1386769129_0ed9d4590f85971d3a936aa227964d6f


Minggu, 06 Oktober 2013

Pemimpin adalah pelayan umat ; Kisah 2 umar

shareBBM, Pemimpin adalah pelayan umat
Suatu hari Amirul Mukminin menerima kiriman makanan yang diberi nama habish. Sebuah makanan yang rasanya manis, jenis makanan paling enak di Azerbaijan, yang dikirim oleh gubernur disana. Merasakan nikmatnya makanan itu Sang Umar menanyakan kepada utusan gubernur, apakah semua rakyat disana memakan makanan seperti itu atau tidak.


Tidak. Tidak semua bisa menikmatinya.” Jawab utusan itu gugup.

Wajah sang khalifah langsung memerah pertanda marah. Ia segera memerintahkan kedua utusan itu untuk membawa kembali habish ke negerinya, Kepada gubernur ia menulis surat, “….. Makanan semanis dan selezat ini bukan dibuat dari uang ayah dan ibumu. Kenyangkan perut rakyatmu dengan makanan ini sebelum engkau mengenyangkan perutmu.” 

Umar bin Khathab telah memberikan pelajaran teramat berarti. Pemimpin pelayan umat harus memikirkan rakyat sebelum dirinya sendiri. Dalam kesempatan lain Umar pernah menyatakan, “Saya orang pertama yang merasakan lapar kalau rakyat kelaparan dan orang terakhir yang merasakan kenyang kalau mereka kenyang.” 

Pemimpin adalah pelayan umat. Pejabat adalah pelayan masyarakat. Penjual adalah pelayan bagi pelanggan. Ini telah menjadi kesepakatan tidak tertulis dalam setiap sisi kehidupan. Dalam satu masa pemahaman ini mengalami distorsi. Bahkan tidak jarang pemimpin yang minta dilayani.

Lihatlah ketika ada kunjungan kerja dari pejabat pusat atau level lebih tinggi. Jajaran yang lebih rendah sibuk memberikan pelayanan terbaik, dari penjemputan, penyediaan tempat tinggal, kelengkapan akomodasi hingga membawakan tasnya, menyertakan oleh-oleh sampai ‘uang lelah’.

Pelayanan kepentingan masyarakat menjadi sangat sulit. Membuat passport, membuat KTP, SIM, mengurus perijinan sampai pernikahan dan perceraian semuanya serba sulit. Bahkan urusan mengubur jenazah harus membayar sejumlah uang agar semua berjalan dengan mudah. Pajak harus dibayar setiap waktu tapi pelayanan publik memprihatinkan. Sebagaimana pajak penerangan jalan yang dibayar setiap bulan namun kampung kita tetap kegelapan.

Seandainya ada pemimpin pelayan umat seperti Umar bin Khatab yang rela berkeliling melakukan pengawasan langsung terhadap keadaan rakyatnya. Atau presiden seperti Syafrudin Prawiranegara yang tidak tamak dengan kekuasaan. Pejabat seperti Buya Hamka yang selalu sederhana. Panglima zuhud sebagaimana Jendral Sudirman. Tentu jiwa pelayanan kepentingan umat akan menjadi prioritas utama.

Kesadaran melayani orang lain adalah praktik yang telah dilakukan sejak dulu sampai sekarang. Bahkan telah dicontohkan para nabi. Melayani dengan ketulusan, membantu orang untuk fokus pada kekuatan yang dimiliki, membantu orang dalam menyelesaikan masalah adalah praktik-praktik melayani yang memiliki kemuliaan.

Menjadi birokrat atau pegawai di instansi atau dinas apapun Anda, adalah profesi melayani kebutuhan pelanggan. Dan rakyatlah pelanggannya. Bekal utamanya adalah menanamkan sikap helpfullterhadap keluhan  pelanggan.

Perusahaan yang tidak mau melayani akan ditinggal oleh konsumennya. Karena itu hampir semua perusahaan memiliki jargon pelayanan terbaik bagi pelanggannya.

Bagaimana Singapore Airlines memperlakukan penumpang layaknya raja. Garuda Indonesia yang menjaga komitmen ketepatan waktu. Indosat yang selalu menonjolkan pelayanan meliputi customer service yang selalu menjawab tiap panggilan sampai  keramahan sekuriti yang menjawab salam dengan tulus.

Melayani kebutuhan pelanggan berarti membantunya menemukan kemudahan dan manfaat dari produk yang dibeli. Jiwa melayani akan menumbuhkan empati. Melembutkan hati dan mengajarkan keterbukaan. Jiwa melayani akan membuka pintu penerimaan. Jiwa melayani mengokohkan silaturahim (networking).

Namun yang paling penting dari itu semua adalah tumbuhnya kebahagiaan dan kepuasan batin ketika dengan bantuan kita orang lain senang dengan apa yang ia dapatkan.

Kesejahteraan, kebahagiaan dan pelayanan. Bukankah itu yang paling disebut-sebut para kandidat calon Gubernur, Bupati dan Walikota saat kampanye?

Akhirnya, diperlukan pemimpin pelayan umat yang adil dan mandiri untuk membebaskan rakyat dari keterpurukan. Kesejahteraan yang terjadi di masa Umar bin Abdul Azis bukan hanya lantaran meningkatnya penghasilan rakyat, tapi juga tersebarnya kekayaan secara adil. Tanpa pemimpin pelayan umat yang adil dan peduli, kita tidak bisa berharap rakyat akan sejahtera.

Nabi Muhammad SAW. bersabda,

"Barang siapa yang bertambah ilmunya namun tiada bertambah amalnya Tiada bertambah baginya dengan Allah kecuali bertambah jauh " (HR. Dailami dari Ali).

Sumber : http://pribadimanfaat.blogspot.com/2013/09/gubernur-kuli-panggul.html

Kamis, 25 Juli 2013

Misteri Surga, Neraka dan Isra Mi'raj

misteri, sorga, neraka, isra, mi'raj
Saat Rasulullah SAW melakukan Isra Mi’raj, beliau diperlihatkan surga dan neraka, siapa saja penghuninya, alasan mereka diberi imbalan nikmat sorga dan siksa api neraka, serta perbuatan apa yang telah mereka lakukan. Padahal kita tahu manusia terdahulu saat ini masih berada di alam barzah, karena kiamat belum tiba. Jadi mereka yang berada di surga dan neraka yang diperlihatkan ketika Rasulullah Isra Mi’raj itu siapa? 

Jika yang diperlihatkan itu adalah gambaran masa depan setelah kiamat, apakah berarti sudah tertulis dari lahir, si A masuk surga dan si B masuk neraka? Saya juga pernah mendengar salah satu teori bahwa Buraq itu adalah simbol dari mesin waktu ?

Jawaban dari Ahmad Sarwat, Lc., M.A, Isra Mi’raj adalah peristiwa penting dalam sejarah kenabian Muhammad SAW. Peristiwa itu terjadi untuk menghibur Rasulullah SAW yang sedang bersedih setelah dua orang terdekatnya meninggal dunia. ini memang penuh hal-hal yang 'tidak' masuk akal yaitu Rasulullah dapat menyaksikan surga dan neraka dengan amat jelas dalam perjalanan yang amat cepat itu (hanya satu malam).

1. Pemandangan surga dan neraka.

Kondisi surga dan neraka yang diperlihatkan kepada Rasulullah SAW adalah kondisi yang hakiki, Dalam beberapa hadis, Rasulullah mengisahkan pengalaman itu dengan kalimat Udhiltu al jannah (saya dimasukkan ke dalam surga) dan Bainama ana asiiru fil jannah (ketika saya berjalan di surga).

Tetapi pemandangan nikmat surga serta siksa neraka adalah ilustrasi atau gambaran nasib masa depan manusia di akhirat. Ini terlihat dari siksaan penghuni neraka — mereka disiksa karena tidak melaksanakan perintah-perintah agama. 

Meski hanya ilustrasi, bukan berarti surga dan neraka saat ini kosong tanpa penghuni. Sebab, selain pada peristiwa Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW juga pernah diperlihatkan surga dan neraka pada kesempatan  lain dalam mimpi beliau

Dalam kesempatan itulah Rasulullah SAW melihat penduduk surga ataupun neraka bukan ilustrasi, namun  peristiwa yang benar-benar sedang terjadi dan misteri sorga, neraka pada perjalanan Isra dan Mi'raj ini makin jelas adanya.

2. Tempat manusia di surga atau di neraka memang sudah tertulis.

Ketentuan ini bisa dijumpai penjelasannya dalam banyak hadis sahih. Salah satunya:

'Tidaklah diciptakan satu jiwa, kecuali telah ditulis (terlebih dahulu) tempatnya di surga atau neraka, juga telah tertulis nasibnya akankah sengsara atau bahagia.' (H.R. Muslim)

Mungkin ada yang bertanya, kalau tempat kita sudah ditentukan, untuk apa kita beramal ? Toh tempat kembali kita sudah ditakdirkan ? Ini adalah pertanyaan wajar — sebagaimana pertanyaan para sahabat ketika diberitahu Rasul. 

Nabi pun menjawab, 'Beramallah, karena setiap orang akan dimudahkan untuk melakukan sesuatu yang untuknya ia diciptakan'.

Rasulullah SAW justru memerintahkan kita untuk beramal. Karena kita tidak pernah tahu untuk ke mana kita diciptakan, ke surga atau neraka ? Karena itulah kemudian beliau membaca ayat 5-10 dari surat Al Lail yang merupakan petunjuk agar  dimudahkan untuk ke surga. Juga petunjuk siapa yang akan dimudahkan menuju neraka.

3. Buraq bukanlah simbol mesin waktu.

Sedangkan pertanyaan terakhir apakah Buraq itu simbol mesin waktu ?, maka jawabannya adalah bukan. Kita tidak pernah mendapatkan satu keterangan pun baik dari Quran maupun sunnah yang mengatakan buraq adalah simbol mesin waktu. Kita juga belum mendapati para ulama syariah yang menjelaskan kisah Isra’ Mi’raj ini dengan mengaitkan Buraq dengan teori mesin waktu.

Mudah-mudahan misteri sorga, neraka dan Isra Mi'raj ini mampu memberi pencerahan bagi seluruh umat dan menjadikan kita semua lebih shalih dalam beribadah. Amien

Wallahua'lam
Ahmad Sarwat, Lc., M.A